Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Said Didu Soroti Lima Kemarahan yang Dinilai Bisa Dimanfaatkan untuk Goyang Kekuasaan Prabowo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti potensi meningkatnya kemarahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional.

Menurut Said Didu, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mengguncang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia bahkan menyebut ada lima bentuk kemarahan masyarakat yang dinilainya berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok yang ia istilahkan sebagai “Geng SOP”.

Pernyataan itu disampaikan Said Didu melalui akun X pribadinya. Unggahan tersebut kemudian dikutip pada Minggu (13/9/2026).

Said Didu Ingatkan Pemerintah Prabowo

Dalam unggahannya, Said Didu menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden @prabowo yth, ada 5 (lima) kemarahan yang dapat dimanfaatkan oleh Geng SOP untuk ambil alih kekuasaan,” tulis Said Didu.

Said Didu menyebut istilah “Geng SOP” sebagai kelompok yang ia kaitkan dengan Solo, Oligarki, dan Parcok.

Menurut dia, pemerintah perlu memperhatikan akumulasi kekecewaan yang muncul di tengah masyarakat. Terlebih, sejumlah persoalan ekonomi dan kebutuhan energi masih menjadi perhatian publik.

Kemarahan Publik Dinilai Perlu Direspons

Said Didu menilai keresahan masyarakat tidak seharusnya dianggap sebagai persoalan kecil. Menurut dia, berbagai keluhan yang terus menumpuk dapat berkembang menjadi persoalan sosial dan politik.

Karena itu, pemerintah perlu merespons persoalan masyarakat dengan kebijakan yang tepat. Respons tersebut dinilai penting untuk mencegah keresahan berkembang lebih luas.

Selain itu, Said Didu mengingatkan pemerintah agar membaca perkembangan sentimen publik secara lebih cermat. Ia menilai respons yang cepat dapat mempersempit ruang bagi pihak tertentu untuk memanfaatkan keresahan masyarakat.

Istilah Geng SOP Versi Said Didu

Istilah “Geng SOP” merupakan terminologi yang digunakan Said Didu dalam unggahannya di media sosial.

Ia menghubungkan istilah tersebut dengan Solo, Oligarki, dan Parcok. Namun, Said Didu tidak menyertakan bukti dalam pernyataan tersebut bahwa kelompok yang dimaksud benar-benar sedang melakukan upaya mengambil alih kekuasaan.

Dengan demikian, pernyataan mengenai potensi pemanfaatan kemarahan masyarakat tersebut merupakan pandangan Said Didu.

Pemerintah Diminta Waspadai Gejolak Publik

Said Didu pada intinya meminta pemerintah memperhatikan berbagai persoalan yang dapat memicu kekecewaan publik.

Menurut dia, penyelesaian masalah secara cepat dan tepat dapat membantu meredam keresahan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah tetap perlu membedakan antara kritik publik, keresahan sosial, dan dugaan manuver politik.

Sebab, tudingan mengenai adanya kelompok yang ingin mengambil alih kekuasaan masih sebatas pernyataan Said Didu. Belum ada bukti yang ditampilkan dalam pernyataannya untuk membuktikan tudingan tersebut.(fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *