Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dukung Program Perumahan, Mendagri Bahas Pembangunan 2.200 Rumah Papua Pegunungan hingga Gentengisasi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta sejumlah kepala lembaga dan kepala daerah se-Provinsi Papua Pegunungan.

Rakor berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (29/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan program perumahan rakyat, termasuk rencana pembangunan 2.200 rumah di Papua Pegunungan.

Rencana Pembangunan 2.200 Rumah

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah merencanakan pembangunan 2.000 unit rumah bagi masyarakat dan 200 unit rumah bagi kepala suku.

Pemerintah juga mematangkan sejumlah aspek teknis agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran. Pembahasan turut melibatkan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Kepala LKPP Sarah Sadiqa, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Selanjutnya, Mendagri menggelar rapat khusus untuk membahas penguatan program gentengisasi. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo mengenai Indonesia ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Mendagri Bahas Program Gentengisasi

Mendagri mengatakan penggunaan genteng menjadi salah satu bagian dari upaya mewujudkan lingkungan hunian yang lebih nyaman dan mendukung gerakan Indonesia ASRI.

“Tadi kita baru selesai rapat mengenai masalah program realisasi gentengisasi ya. Saya tahu bahwa salah satu arahan Bapak Presiden adalah agar Indonesia ASRI, aman, sehat, resik, dan indah. Salah satunya indah itu adalah rumah-rumah sebaiknya menggunakan tidak hanya seng,” ujar Tito kepada awak media.

Selain itu, Tito mengapresiasi langkah Menteri PKP Maruarar Sirait yang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Ketiga daerah tersebut memiliki sentra produksi genteng. Karena itu, pemerintah melihat potensi pengembangan program gentengisasi sekaligus penguatan usaha masyarakat di daerah.

“Sentra genteng salah satunya adalah Jawa Barat. Dan ini Bapak Maruarar Sirait, Menteri PKP, sudah melakukan langkah-langkah merealisasikan arahan dari Bapak Presiden tersebut mengenai gentengisasi, salah satunya di Jawa Barat,” ungkapnya.

Dorong Kualitas Produk UMKM

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan program gentengisasi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas lingkungan hunian masyarakat.

Menurut Maruarar, penguatan sentra produksi harus berjalan bersama peningkatan kualitas produk. Dengan demikian, dukungan pemerintah terhadap UMKM tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga kualitas.

“Dan itu saya sangat mengapresiasi kepada Pemda Jabar dan Pemda Majelengka dan Pemda Purwakarta. Karena kita mau mendukung UMKM, tapi dengan cara mendidik kualitasnya juga harus bagus,” katanya.

Selanjutnya, pemerintah berharap program tersebut memberi efek berganda bagi pelaku UMKM, khususnya di Jawa Barat. Program itu juga diharapkan membuka peluang penguatan industri genteng di daerah lain.

Dengan begitu, pengembangan perumahan rakyat dapat berjalan bersamaan dengan penguatan ekonomi masyarakat dan industri lokal. (Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *