Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Isu Ketegangan Purbaya-Danantara Disebut Picu Reshuffle, Ray Rangkuti Ungkap Ada Rasa Jengkel Prabowo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Ketegangan Purbaya Danantara disebut pengamat politik Ray Rangkuti sebagai salah satu informasi yang beredar di balik pergantian Menteri Keuangan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara. Prabowo melantik Suahasil sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Ray Rangkuti menyebut ada informasi mengenai dinamika antara Purbaya dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Namun, Ray menegaskan informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.

Ray Ungkap Informasi soal Purbaya dan Prabowo

Direktur Lingkar Madani itu juga menyebut adanya informasi mengenai sikap Presiden Prabowo terhadap Purbaya.

“Infonya ada rasa jengkel Pak Prabowo ke Purbaya. Mungkin ini hanya info-info, walau kebenaran yang kita tidak tahu,” ujar Ray, dikutip Selasa (15/9/2026).

Ray tidak menyebut informasi tersebut sebagai fakta. Karena itu, publik perlu melihatnya sebagai dugaan yang masih membutuhkan verifikasi.

Menurut Ray, isu tersebut muncul bersamaan dengan keputusan Prabowo melakukan reshuffle kabinet.

Ketegangan Purbaya Danantara Disebut Berkaitan dengan Kebijakan

Ray kemudian menyinggung informasi mengenai ketegangan Purbaya Danantara.

Menurut dia, informasi yang beredar menyebut ketegangan itu berkaitan dengan kebijakan pengelolaan keuangan negara.

Salah satu isu yang disebut Ray berkaitan dengan rencana setoran dana ke kas negara. Namun, ia tidak menyampaikan bukti yang dapat memastikan informasi tersebut.

“Infonya ada ketegangan antara Danantara dan Purbaya. Hal itu kemudian terdengar oleh Prabowo. Prabowo pada akhirnya memutuskan untuk melakukan reshuffle kabinet,” ungkap Ray.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu spekulasi mengenai alasan pergantian Purbaya. Sampai saat ini, pemerintah belum menyatakan bahwa persoalan tersebut menjadi alasan resmi reshuffle.

Suahasil Nazara Resmi Gantikan Purbaya

Di tengah spekulasi tersebut, Presiden Prabowo sudah menetapkan Menteri Keuangan yang baru.

Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.

Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia kini menjadi Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Prabowo.

Pergantian itu juga menandai perubahan kedua pada posisi Menteri Keuangan sejak pemerintahan Prabowo berjalan.

Purbaya sebelumnya menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025. Kini, Suahasil melanjutkan tugas sebagai bendahara negara.

Alasan Reshuffle Masih Menjadi Sorotan

Pergantian menteri merupakan kewenangan Presiden. Namun, pergantian Menteri Keuangan dalam waktu sekitar satu tahun memunculkan pertanyaan publik mengenai latar belakang keputusan tersebut.

Pernyataan Ray menambah spekulasi mengenai dinamika internal pemerintah. Terutama, isu tersebut menyangkut hubungan antara Kementerian Keuangan dan Danantara.

Meski begitu, ketegangan Purbaya Danantara belum terbukti menjadi penyebab resmi reshuffle.

Ray sendiri sudah memberikan penegasan bahwa informasi mengenai rasa jengkel Prabowo masih sebatas informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Karena itu, publik perlu membedakan antara fakta resmi dan spekulasi. Pemerintah telah memastikan pergantian Menteri Keuangan, tetapi belum menyampaikan alasan spesifik yang mengaitkan keputusan itu dengan dugaan konflik Purbaya dan Danantara.

Suahasil kini menghadapi tugas besar untuk menjaga kredibilitas APBN dan memastikan kebijakan fiskal tetap berjalan. Sementara itu, publik masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai evaluasi yang melatarbelakangi pergantian Purbaya.

Dengan demikian, alasan resmi reshuffle tetap menjadi bagian yang paling ditunggu dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *