Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

OTT KPK di BPN Bogor, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Diamankan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 17 orang. Penyidik juga menemukan uang tunai dalam jumlah besar yang tersimpan dalam sekitar 20 koper, boks, dan kardus.

Uang tersebut terdiri atas rupiah dan valuta asing. KPK memperkirakan nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Namun, KPK masih menghitung seluruh uang tersebut. Karena itu, lembaga antirasuah belum menyampaikan angka pastinya.

OTT KPK BPN Bogor Amankan 20 Koper Uang

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim menemukan uang tunai dalam berbagai kemasan.

“Dalam penyelidikan tertutup ini, tim juga mengamankan barang bukti, di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper,” kata Budi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Budi menjelaskan, penyidik masih menghitung nilai uang tersebut. KPK kemudian akan memastikan jumlah barang bukti berdasarkan hasil penghitungan.

“Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” ujarnya.

KPK Amankan 17 Orang dalam OTT

Selain uang, tim KPK membawa 17 orang untuk menjalani pemeriksaan.

Budi menyebut pihak yang diamankan berasal dari sejumlah unsur. Di antaranya pejabat di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Tim mengamankan sejumlah 17 orang. Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya,” jelas Budi.

KPK juga mengamankan politikus Partai Golkar Fahd A Rafiq. Selain itu, mantan Bupati Kebumen Arief Sugiyanto ikut menjalani pemeriksaan.

Budi membenarkan Fahd termasuk pihak yang diamankan. Namun, KPK belum menjelaskan perannya dalam perkara tersebut.

“Salah satunya pihak yang diamankan, yang bersangkutan,” kata Budi saat ditanya mengenai Fahd.

Budi juga membenarkan Arief Sugiyanto ikut diamankan.

“Salah satunya itu, pihak yang diamankan,” ujarnya.

OTT KPK Diduga Berkaitan dengan Pengurusan HGB

KPK menduga OTT tersebut berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Penyidik juga mendalami dugaan penerimaan lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Adapun peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan proses pengurusan HGB, Hak Guna Bangunan, di wilayah Kabupaten Bogor dan juga terkait dengan adanya dugaan penerimaan-penerimaan lainnya,” tutur Budi.

KPK belum menjelaskan konstruksi perkara secara lengkap. Penyidik masih menelusuri peran masing-masing pihak serta asal-usul uang yang diamankan.

KPK Masih Periksa 17 Orang

Hingga kini, KPK masih memeriksa 17 orang yang diamankan dalam OTT tersebut.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak tersebut. Karena itu, belum semua pihak yang diamankan dapat disebut sebagai tersangka.

Ketua KPK Setyo Budiyanto sebelumnya membenarkan OTT di wilayah Kabupaten Bogor pada Senin (14/9/2026).

Operasi tersebut menjadi bagian dari penyelidikan KPK terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengurusan HGB dan dugaan penerimaan lainnya.(fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *