Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bahlil Buka Suara soal Isu Simon Aloysius Mantiri Jadi Menteri ESDM

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menanggapi kabar yang menyebut Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, akan menggantikannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bahlil mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki kewenangan untuk menentukan susunan kabinet.

“Nggak tahu saya, nggak tahu, nggak tahu, nggak tahu,” kata Bahlil saat menjawab pertanyaan wartawan, sebagaimana dikutip pada Minggu (18/10/2026).

Bahlil Tegaskan Reshuffle Hak Prerogatif Presiden

Saat wartawan menanyakan kemungkinan perubahan susunan kabinet, Bahlil menekankan bahwa pengangkatan, pemberhentian, dan evaluasi menteri merupakan kewenangan presiden.

“Mengangkat, memberhentikan, mengevaluasi, mengapakan anggota kabinet, itulah hak prerogatif Bapak Presiden. Itu konstitusi menjamin. Jadi, kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden sebagai yang mempunyai pemegang mandat rakyat,” ujar Bahlil.

Selain itu, wartawan juga menanyakan kemungkinan perombakan kabinet di bawah koordinasi kementeriannya. Namun, Bahlil kembali menyerahkan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo.

“Reshuffle itu hak prerogratif Bapak Presiden. Jadi, kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden,” tegasnya.

Bahlil Masih Rangkap Jabatan Menteri ESDM

Sebelumnya, Bahlil menyatakan dirinya masih menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia menyebut rangkap jabatan tersebut sebagai tindak lanjut perintah Presiden Prabowo.

“Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebaik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Bahlil mulai menjabat Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026. Sejak pelantikan itu, ia juga menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.

Menurut Bahlil, kedua jabatan tersebut membawa amanah dan tanggung jawab besar. Karena itu, ia berkomitmen menjalankan tugas di kedua kementerian secara maksimal.

“Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM. Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban,” ungkap Bahlil seusai pelantikan.

Hilirisasi dan Transisi Energi Jadi Fokus

Bahlil menilai tugasnya di kedua jabatan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan hilirisasi dan transisi energi sebagai bagian dari agenda pembangunan.

Menurutnya, pemerintah perlu mengonsolidasikan kedua sektor tersebut melalui Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Langkah itu diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program hilirisasi dan transisi energi.

Hingga ada keputusan resmi dari Presiden, kabar mengenai kemungkinan Simon Aloysius Mantiri menggantikan Bahlil sebagai Menteri ESDM masih perlu diperlakukan sebagai isu yang belum terkonfirmasi. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *