Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dapur MBG Mangkrak, Mitra SPPG Jabar Geruduk Kantor Badan Gizi Nasional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Sejumlah mitra dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Jawa Barat menggelar aksi damai di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (2/11/2026). Mereka menuntut kepastian izin dan jadwal operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mereka bangun menggunakan dana investasi mandiri.

Aksi ini muncul karena BGN belum memberikan kepastian status sejumlah dapur SPPG yang hingga kini belum beroperasi. Kondisi tersebut membebani keuangan para mitra. Sebagian bahkan mengaku menggunakan dana pinjaman untuk membangun fasilitas tersebut.

Koordinator aksi, Iman Rohiman, mengatakan para mitra datang untuk meminta penjelasan langsung mengenai kebijakan BGN terkait keberlanjutan operasional dapur.

“Ini aksi damai. Dari (mitra pengelola asal) Jawa Barat, intinya silaturahmi. Hanya untuk menanyakan kepastian-kepastian atau kebijakan-kebijakan beliau terkait dapur-dapur kita, terkait investasi kita selama ini yang sudah lama mangkrak,” ujar Iman.

Mitra Pertanyakan Kebijakan Moratorium BGN

Menurut Iman, para mitra membangun dapur SPPG melalui mekanisme yang tersedia dalam portal BGN. Karena itu, mereka mempertanyakan kebijakan moratorium yang berdampak terhadap operasional dapur yang telanjur selesai dibangun.

“Moratorium itu bahasa dia. Namun, kalau kita merujuk pada apa yang sudah diperintahkan oleh BGN untuk membangun dapur, kita bangun dapur melalui portal. Berarti, BGN sudah memerintahkan kita dan wajib bertanggung jawab atas perintahnya tersebut,” ujar Iman.

Iman mengungkapkan bahwa sejumlah mitra harus meminjam uang untuk membangun fasilitas SPPG. Hingga kini, mereka belum mengetahui kapan BGN mengizinkan dapur tersebut mulai beroperasi.

Atas kondisi itu, para mitra mendesak BGN memberikan solusi konkret. Mereka meminta kejelasan status dapur, mekanisme perizinan, serta jadwal operasional. Langkah tersebut penting agar investasi mereka tidak terus membebani keuangan.

Mitra Ingin Berdialog dengan Kepala BGN

Para peserta aksi juga berharap dapat bertemu langsung dengan Kepala BGN Sudaryono. Mereka ingin menyampaikan persoalan yang muncul setelah mengeluarkan modal untuk membangun fasilitas dapur SPPG.

Iman menegaskan bahwa para peserta aksi merupakan mitra yang mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan fasilitas dapur SPPG.

“Harapannya cuma satu, ketemu dengan Sudaryono, berdialog. Kami pun mitra, bukan siapa-siapa. Kami orang yang mendukung program Pak Presiden ini. Kami mengeluarkan uang dan sebagainya untuk mendukung program ini, demi suksesnya program ini,” ujarnya.

Iman menyayangkan sikap BGN yang belum mengirimkan perwakilan untuk menemui mereka, meskipun para peserta aksi telah menunggu sejak pagi. Meski demikian, ia memastikan seluruh peserta tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Para mitra mendesak BGN segera membuka ruang dialog. Mereka ingin memperoleh penjelasan mengenai kebijakan moratorium sekaligus kepastian operasional dapur yang telah selesai mereka bangun.

Selain itu, mereka meminta BGN menetapkan langkah penyelesaian agar fasilitas tersebut tidak terus terbengkalai dan investasi para mitra tidak semakin membebani keuangan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *