Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Cegah Industri Lokal Mati Suri, Menperin Minta Pengawasan Impor Diperketat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta pengawasan terhadap arus barang impor diperkuat. Langkah itu diperlukan untuk menjaga keberlangsungan industri dalam negeri.

Sarmuji menilai kebijakan impor perlu mempertimbangkan kemampuan produksi industri nasional. Menurut dia, regulasi yang terlalu longgar dapat menekan pelaku usaha lokal.

Pernyataan itu disampaikan Sarmuji setelah memimpin rapat kerja bersama Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) serta Direktorat Jenderal Industri Agro di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).

Menperin Dorong Sinergi Lintas Kementerian

Sarmuji mengatakan sejumlah persoalan industri manufaktur tidak dapat diselesaikan Kementerian Perindustrian sendiri.

Karena itu, Kemenperin perlu memperkuat koordinasi dengan kementerian lain. Ia menyebut Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan sebagai pihak yang memiliki keterkaitan dalam kebijakan tersebut.

“Hubungan Kementerian Perindustrian dengan stakeholder yang lain, itu harus kita perkuat. Karena banyak problem yang penyelesaiannya itu tidak di Kementerian Perindustrian saja. Banyak problem yang justru penyelesaiannya ada di kementerian lain,” ujar Sarmuji.

Menurut Sarmuji, koordinasi tersebut penting agar kebijakan perdagangan tetap mendukung perkembangan industri nasional.

Sarmuji Soroti Dampak Kebijakan Impor

Selanjutnya, Sarmuji menyoroti potensi dampak kebijakan impor terhadap sektor industri dalam negeri.

Ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kapasitas produksi domestik sebelum membuka akses impor secara luas. Kebijakan tersebut, kata dia, harus menyesuaikan kondisi setiap jenis barang.

Sarmuji mencontohkan kebijakan perizinan impor di Kementerian Perdagangan. Menurut dia, izin impor yang terlalu terbuka tanpa mempertimbangkan kondisi industri domestik dapat membuat pelaku usaha lokal kesulitan bertahan.

“Saya contoh misalkan di Kementerian Perdagangan, kalau izin impor itu terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, pasti sektor industri dalam negeri itu pasti akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang-barang tertentu. Nah, itu kita membutuhkan kerja sama dengan banyak sekali stakeholder,” tegasnya.

Pengawasan Impor Perlu Terukur

Karena itu, Sarmuji mendorong penguatan pengawasan dan pengaturan impor. Ia menilai langkah tersebut perlu dilakukan secara terukur agar tetap menjaga kebutuhan perdagangan sekaligus melindungi industri dalam negeri.

Dengan demikian, kebijakan impor diharapkan tidak menekan produk lokal yang memiliki kapasitas produksi dan pasar domestik.

Sarmuji juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan kebijakan perdagangan dan industri berjalan searah.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *