Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Presiden JNE M Feriadi Soeprapto Ungkap Strategi Hadapi Perang Tarif dan Disrupsi Teknologi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Persaingan industri logistik di Indonesia semakin ketat. Perusahaan harus menghadapi perang tarif, perkembangan teknologi, pemain berbasis aplikasi, serta perubahan perilaku konsumen.

Di tengah kondisi tersebut, JNE terus memperkuat kualitas layanan, jaringan, efisiensi operasional, dan transformasi digital.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, mengatakan perusahaan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan industri logistik.

Menurut Feriadi, JNE memasuki usia ke-36 tahun dengan semangat “Melesat Hebat”. Perusahaan juga terus memperkuat kualitas layanan dan kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Strategi perusahaan dijalankan dengan mengedepankan inovasi, penguatan jaringan, peningkatan efisiensi operasional, serta penyempurnaan layanan secara berkesinambungan,” ujar Feriadi saat diwawancarai jurnalis Harian Merdeka, Rabu (7/10/2026).

JNE Tak Hanya Andalkan Perang Harga

Feriadi mengatakan persaingan tarif menjadi salah satu tantangan industri logistik. Namun, JNE tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya faktor kompetisi.

Perusahaan berupaya menawarkan nilai tambah melalui kualitas layanan, efisiensi operasional, inovasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan.

“Perusahaan terus menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, efisiensi operasional, inovasi, dan kebutuhan pasar dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang,” jelasnya.

Menurut Feriadi, perkembangan teknologi juga mengubah ekspektasi pelanggan. Konsumen kini semakin membutuhkan layanan pengiriman yang cepat, mudah, dan transparan.

Karena itu, perusahaan logistik harus terus mengevaluasi strategi agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan pasar.

Jaringan Tetap Jadi Kekuatan JNE

Di tengah persaingan yang semakin dinamis, JNE masih melihat peluang pertumbuhan industri logistik di Indonesia.

Feriadi menilai kondisi geografis Indonesia menjadi salah satu faktor penting. Aktivitas perdagangan dan ekonomi di berbagai daerah juga terus membuka peluang bagi industri logistik.

“Dengan karakteristik geografis Indonesia yang luas serta aktivitas perdagangan dan ekonomi yang terus berkembang di berbagai daerah, penguatan jaringan dan kapabilitas layanan tetap menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar,” kata Feriadi.

Selain jaringan, JNE terus mendorong peningkatan kapabilitas layanan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kualitas sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah.

JNE Perkuat Pemanfaatan AI

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut menjadi perhatian JNE.

Feriadi mengatakan perusahaan terus mempelajari pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan operasional dan proses bisnis.

Menurut dia, teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas operasional dan pengalaman pelanggan.

JNE juga mempelajari otomatisasi, analisis data, serta teknologi pendukung lainnya. Perusahaan menyesuaikan penerapannya dengan kebutuhan bisnis.

Namun, Feriadi menegaskan transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan mesin dan teknologi.

JNE juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari transformasi tersebut.

“Perusahaan terus mendorong pengembangan kemampuan karyawan agar mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi serta dinamika industri,” ujar Feriadi.

Dengan pendekatan tersebut, otomatisasi dan AI diarahkan untuk mendukung proses bisnis. Pada saat yang sama, perusahaan mendorong peningkatan kompetensi karyawan.

JNE Lanjutkan Investasi Teknologi

Untuk mendukung transformasi digital, JNE terus mengalokasikan sumber daya sesuai kebutuhan dan prioritas perusahaan.

Investasi mencakup penguatan infrastruktur, sistem dan layanan digital, efisiensi operasional, serta keamanan sistem.

“Fokusnya mencakup penguatan infrastruktur, sistem dan layanan digital, peningkatan efisiensi operasional, serta keamanan dan keandalan,” kata Feriadi.

Menurut Feriadi, persaingan industri logistik ke depan tidak hanya berkaitan dengan tarif pengiriman.

Perusahaan juga perlu memperkuat jaringan, mengadopsi teknologi, menjaga kualitas layanan, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi.

Bagi JNE, penguatan berbagai aspek tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga relevansi dan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan industri logistik. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *