Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menteri ESDM Bahlil: Indonesia Taat Kontrak, Singapura Tak Perlu Mengajari

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen mematuhi kontrak energi yang telah disepakati. Ia meminta pihak luar tidak mengajari Indonesia tentang komitmen dalam menghormati perjanjian.

“Jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak,” tegas Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pernyataan itu merespons permintaan Singapura agar Indonesia menghormati kontrak energi. Pemerintah Indonesia sebelumnya memutuskan mengurangi pasokan ekspor gas pipa ke negara tersebut karena kebutuhan gas dalam negeri meningkat.

Indonesia Sesuaikan Pasokan Gas ke Singapura

Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian pasokan gas dipengaruhi dua faktor utama. Pertama, adanya pemeliharaan atau penghentian sementara operasional fasilitas (shutdown). Kedua, meningkatnya kebutuhan gas untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Pemerintah mengurangi pasokan gas sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day atau MMSCFD). Angka tersebut terdiri atas 15 MMSCFD dari wilayah Natuna dan 16 MMSCFD dari Sumatra.

Menurut Bahlil, pengurangan itu masih berada dalam batas yang diizinkan kontrak. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak melanggar ketentuan minimum pasokan yang telah disepakati kedua pihak.

“Batas kontrak minimum kita sekitar 91–92 persen. Kita baru [memangkas] sekitar 8 persen, kecuali kita potong 10 persen baru melanggar kontrak,” ujarnya.

Indonesia Tegaskan Komitmen Kontrak LNG

Selain mengekspor gas melalui pipa, Indonesia juga memasok gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke pasar internasional. Bahlil menyebut Indonesia telah mengirim hingga 146 kargo LNG, yang menurut keterangannya setara dengan sekitar 1.400 MMSCFD.

“Jadi cukup besar. Pemerintah Indonesia sangat menghargai. Indonesia terlalu baik, menghargai kontrak,” tambah Bahlil.

Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian pasokan gas bertujuan menyeimbangkan kewajiban kontrak dengan kebutuhan energi nasional. Dengan demikian, pemerintah berupaya memenuhi komitmen perdagangan luar negeri sekaligus menjaga ketersediaan gas bagi konsumen di dalam negeri. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *