Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Pimpin Ratas Karhutla, Instruksikan Pengerahan Optimal Seluruh Sumber Daya

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (12/10/2026). Prabowo memimpin rapat secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta.

Rapat tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Gubernur Kalimantan Tengah. Pangdam dan Kapolda dari kedua provinsi juga mengikuti rapat untuk membahas perkembangan penanganan karhutla.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan sejumlah perkembangan penanganan kebakaran dalam keterangan tertulis. Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas masih memadamkan api di sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak.

“Saat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” ujar Teddy.

Puluhan Ribu Personel Tangani Karhutla

Teddy menjelaskan, lebih dari 60.177 personel gabungan mendukung operasi pemadaman di darat. Menurut laporan yang disampaikan dalam rapat, tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari.

Selain operasi darat, pemerintah juga mengerahkan operasi udara untuk mempercepat pemadaman. Petugas melakukan pengeboman air atau water bombing di sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran.

“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” kata Teddy.

Operasi Modifikasi Cuaca Terus Dioptimalkan

Teddy menyebut kondisi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Meski demikian, pemerintah tetap mengoptimalkan upaya penanganan di wilayah terdampak.

Salah satu langkah yang terus dilakukan ialah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini bertujuan memanfaatkan pertumbuhan awan hujan untuk membantu penanganan karhutla.

Pemerintah juga mencermati perkiraan awal musim hujan yang diprediksi mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta seluruh pihak memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan. Presiden menekankan pentingnya pengerahan sumber daya secara optimal agar kebakaran segera terkendali dan tidak meluas.

“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” pungkas Teddy.

(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *