Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tegaskan OPM Harus Ditindak, Panglima TNI Sebut Penyelesaian Papua Butuh Kolaborasi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan kelompok yang disebutnya sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan kelompok separatis yang harus ditindak. Namun, ia menilai penyelesaian persoalan Papua tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan militer.

Agus menyampaikan pernyataan tersebut setelah menghadiri Festival Band Piala Panglima TNI 2026 di Lapangan Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).

Panglima TNI Tegaskan Sikap terhadap OPM

Agus mengatakan tidak boleh ada gerakan separatis di wilayah Indonesia. Karena itu, ia menegaskan perlunya tindakan terhadap kelompok yang ia sebut OPM.

“Ya OPM ini kan separatis, ya harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita,” kata Agus.

Meski demikian, Agus tidak melihat persoalan Papua hanya sebagai persoalan keamanan. Menurut dia, pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak dalam menangani persoalan di wilayah tersebut.

Penyelesaian Papua Perlu Kolaborasi

Agus mengatakan penyelesaian persoalan Papua harus melibatkan kolaborasi. Ia menilai TNI tidak dapat memikul seluruh tanggung jawab tersebut sendirian.

“Jadi memang saya sudah bilang dari awal dulu ya, bahwa penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI. Kalau konotasinya hanya TNI, nanti kekerasan,” ujarnya.

Karena itu, pendekatan keamanan berjalan bersama dengan upaya pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Agus juga menjelaskan bahwa TNI menjalankan operasi teritorial melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat Papua.

TNI Jalankan Operasi Teritorial

Dalam operasi teritorial tersebut, prajurit TNI terlibat dalam pembangunan fasilitas umum dan pelayanan sosial.

Agus menyebut prajurit membangun gereja, menyediakan sarana air bersih melalui pengeboran, memperbaiki sekolah, serta memberikan pelayanan kesehatan.

Selain itu, sejumlah prajurit juga mengajar di daerah-daerah terpencil. Menurut Agus, berbagai kegiatan tersebut bertujuan membantu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedalaman Papua.

Dengan demikian, Agus menggambarkan penanganan Papua melalui kombinasi operasi keamanan dan pendekatan teritorial. Ia menilai kolaborasi berbagai pihak tetap diperlukan agar persoalan keamanan berjalan beriringan dengan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *