Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo ke Akademisi: Saya Paling Hormat Sama Pakar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran pakar dan akademisi dalam membantu pemerintah mengambil keputusan. Ia mengatakan masukan berbasis keahlian menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun kebijakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah pakar dan akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

“Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar,” kata Prabowo, sebagaimana tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo Minta Masukan Pakar

Prabowo mengatakan dirinya selalu berusaha mendapatkan masukan dari orang yang memiliki keahlian sebelum mengambil keputusan.

“Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta para pakar memberikan rekomendasi mengenai langkah paling efektif untuk mencegah karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki lahan gambut.

Presiden mengajukan tiga pokok pembahasan. Pertama, langkah pencegahan kebakaran di kawasan hutan. Kedua, penanganan kawasan hutan yang memiliki gambut. Ketiga, kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif.

“Sebagai ahli, tolong saya diberitahu, apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama. Kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya. Dua hal. Dan ketiga yang saya minta, saran dari Saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?” kata Prabowo.

Dorong Solusi Ilmiah untuk Lahan Gambut

Prabowo juga meminta masukan mengenai pengelolaan gambut, termasuk kemungkinan pengembangan tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan tersebut.

Menurutnya, pendekatan berbasis ilmu pengetahuan diperlukan agar pengelolaan gambut dapat berjalan produktif sekaligus membantu mencegah kebakaran.

Pemerintah, lanjut Prabowo, telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi fisik. Di antaranya sarana pemadam kebakaran, embung, dan pompa yang dapat digunakan sebelum kebakaran meluas.

Namun, ia menilai kawasan gambut membutuhkan pendekatan khusus. Karena itu, Prabowo meminta para akademisi memberikan rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah.

“Kalau bisa, ada jawaban ilmiah, a scientific solution,” ujar Prabowo. (Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *