Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Karhutla Kian Parah, DPR RI Desak Kemnaker Lindungi Pekerja Lapangan dari Asap

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama pemberi kerja memperkuat perlindungan bagi pekerja lapangan yang beraktivitas di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Irma, paparan asap karhutla dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, pemerintah dan pemberi kerja perlu memastikan langkah perlindungan sesuai kondisi di wilayah terdampak.

“Karhutla yang berkepanjangan ini bukan hanya menyebabkan dampak lingkungan dan kesehatan saja, tapi juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan, ekonomi, dan ketenagakerjaan di daerah terdampak,” ucap Irma, Jumat (16/10/2026).

Legislator Partai NasDem dari daerah pemilihan Sumatra Selatan II itu menilai pemerintah perlu menangani karhutla secara serius, cepat, dan terpadu. Penanganan tersebut tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan masyarakat, termasuk pekerja lapangan.

Perlindungan Pekerja Perlu Diperkuat

Irma mendorong pemerintah memperluas penjangkauan masyarakat melalui fasilitas kesehatan dan layanan berbasis komunitas. Langkah ini diperlukan agar petugas dapat lebih cepat mengenali kebutuhan warga yang terdampak asap serta mengarahkan mereka untuk memperoleh pertolongan.

Selain itu, pemerintah perlu menyediakan tempat dengan udara yang lebih bersih bagi warga yang kesulitan mengurangi paparan asap di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pemerintah juga perlu menyiapkan tempat dengan udara lebih bersih bagi korban Karhutla atau warga yang sulit mengurangi paparan asap di lingkungan tempat tinggal mereka,” tegasnya.

Upaya tersebut, menurut Irma, perlu disertai penilaian kelayakan fasilitas oleh pihak yang kompeten. Penilaian harus mencakup kapasitas tempat, kualitas udara di dalam ruangan, serta kemudahan akses bagi kelompok rentan.

Panduan Kesehatan Harus Mudah Diakses

Irma juga meminta pemerintah menyediakan panduan kesehatan yang jelas bagi masyarakat di wilayah terdampak karhutla. Panduan tersebut perlu memuat informasi mengenai aktivitas luar ruangan, perlindungan yang sesuai, serta tanda-tanda gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan medis.

Informasi itu juga harus mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh arahan yang relevan untuk mengurangi risiko paparan asap.

“Informasi harus diperbarui berdasarkan keadaan setempat serta disampaikan melalui saluran yang dapat dijangkau masyarakat,” imbau Irma.

Ia menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla. Dengan penanganan terpadu, pemerintah diharapkan dapat melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keselamatan pekerja yang tetap menjalankan tugas di wilayah terdampak. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *