JAKARTA | rayacom.id
Polri kembali melakukan mutasi dan rotasi sejumlah perwira tinggi setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Salah satu perwira yang mendapat penugasan baru ialah Irjen Pol Hengki, S.I.K., M.H. Ia dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat atau Kapolda Jabar.
Penugasan tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Hengki menjadi salah satu dari 19 kapolda yang mengalami pergantian dalam mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Jabar, Hengki memiliki pengalaman di sejumlah wilayah dan fungsi kepolisian. Kariernya juga banyak bersinggungan dengan bidang reserse dan penegakan hukum.
Profil Singkat Irjen Pol Hengki
Irjen Pol Hengki lahir di Pulau Batu, Negeri Agung, Way Kanan, Lampung, pada 7 Januari 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995.
Dalam perjalanan pendidikannya, Hengki juga menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) serta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) dan Sespimti.
Pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di tingkat kewilayahan hingga Mabes Polri.
Awal Karier di Riau dan Kepulauan Riau
Hengki mengawali karier kepolisian dengan sejumlah penugasan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Ia tercatat pernah menjadi Pamapta Polres Kepri Timur pada 1995–1997. Setelah itu, ia bertugas sebagai Kaurbinops Reserse Polres Kepri Timur pada 1997–1998.
Kariernya berlanjut sebagai Kapolsek Khairah Mandah pada 1998–1999. Ia kemudian dipercaya menjadi Kasat Serse Polres Inhil pada 1999.
Hengki selanjutnya menjabat Kapolsektif Karimun pada 1999–2001, Kabagops Polres Kampar pada 2001–2003, serta Wakasat Reskrim Polrestabes Pekanbaru pada 2003.
Pernah Bertugas di Polda Banten
Dalam perjalanan kariernya, Hengki juga memiliki pengalaman penugasan di wilayah Banten.
Ia pernah menjabat Kanit II Sat II Ditreskrim Polda Banten pada 2005. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kapolsek Kragilan pada 2005–2007.
Hengki kembali bertugas di jajaran Polda Banten sebagai Kasubdit II Ditreskrimum pada 2011–2012. Kemudian, ia menjabat Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Banten pada 2012–2013.
Setelah bertugas di Banten, Hengki mendapat penugasan sebagai Kapolres Kota Metro pada 2013–2014 dan Kapolres Lampung Selatan pada 2014–2015.
Ia kemudian dipercaya menjadi Wadirreskrimsus Polda Sumatera Barat pada 2015–2016.
Menjabat di Barelang hingga Mabes Polri
Pengalaman Hengki berlanjut di Kepulauan Riau. Ia menjadi Wakapolresta Barelang pada 2016–2017 sebelum dipercaya sebagai Kapolresta Barelang pada 2017–2019.
Setelah itu, Hengki mendapat penugasan di Mabes Polri sebagai Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri pada 2019.
Pada periode berikutnya, ia menjabat Kabidkum Polda Metro Jaya pada 2019–2021.
Hengki kemudian kembali ke posisi kewilayahan dengan menjabat Kapolres Metro Bekasi Kota pada 2021–2023.
Pengalaman di Direktorat Reserse Narkoba
Pada 2023–2024, Hengki dipercaya menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Jabatan tersebut menambah pengalaman Hengki dalam penanganan perkara pidana dan penegakan hukum, khususnya di bidang pemberantasan narkotika.
Setelah itu, ia memasuki jajaran pimpinan Polda dengan menjabat Wakapolda Banten pada 2024–2025.
Dari Kapolda Banten ke Kapolda Jabar
Hengki kemudian dipercaya menjadi Kapolda Banten pada 2025–2026.
Selama menjabat Kapolda Banten, Hengki memimpin kepolisian daerah dalam menangani berbagai persoalan keamanan dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.
Pada Oktober 2026, Polri kembali melakukan rotasi. Melalui ST Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, Hengki ditugaskan sebagai Kapolda Jawa Barat.
Sementara itu, jabatan Kapolda Banten dalam mutasi tersebut dipercayakan kepada Brigjen Pol Hendra Kurniawan.
Tantangan Hengki di Polda Jawa Barat
Sebagai Kapolda Jabar, Hengki akan memimpin salah satu wilayah hukum dengan dinamika keamanan dan pelayanan masyarakat yang kompleks.
Pengalamannya di fungsi reserse dan sejumlah jabatan kewilayahan menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ke Polda Jawa Barat.
Polri menyebut rotasi dan mutasi tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Para pejabat yang mendapat penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melanjutkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Dengan penugasan baru tersebut, Hengki kini memiliki tanggung jawab memimpin Polda Jawa Barat sekaligus melanjutkan program dan pelayanan kepolisian di wilayah hukumnya.(hmi)