JAKARTA | rayacom.id
Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya membongkar sindikat pembobol kartu kredit dengan modus SMS blast. Polisi menangkap lima pelaku dalam kasus tersebut.
Kasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto mengatakan penyidik menerima laporan dari tiga korban.
Para korban menerima SMS yang mengatasnamakan perbankan atau perusahaan e-commerce. Pesan tersebut menawarkan promo dan menyertakan sebuah tautan.
Tautan itu mengarahkan korban ke situs palsu. Situs tersebut menyerupai laman resmi perbankan atau e-commerce.
“Pada SMS itu, terdapat link yang mengarahkan penggunanya ke sebuah website palsu yang menyerupai website asli,” jelas Grawas dalam jumpa pers di Gedung Bidhumas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Pelaku Gunakan Fake BTS untuk Kirim SMS
Grawas mengatakan pelaku menggunakan perangkat blasting berupa fake BTS untuk mengirim SMS palsu.
Menurut Grawas, perangkat tersebut bekerja seperti BTS asli.
Perangkat itu memancarkan spektrum frekuensi GSM ke ponsel yang berada di sekitarnya.
Dengan cara tersebut, fake BTS dapat beroperasi layaknya menara BTS meski bukan perangkat jaringan resmi.
“Tersangka menyebarkan link phishing tersebut adalah dengan menggunakan alat blasting atau alat fake BTS. Fake BTS ini adalah alat yang mensimulasikan spektrum frekuensi GSM kepada mobile phone atau handphone yang berada di sekitar alat tersebut sehingga alat tersebut dapat beroperasi layaknya BTS asli meskipun BTS tersebut adalah BTS bayangan atau fake BTS,” terang Grawas.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan tersebut.
Polisi Temukan Mobil Pengguna Fake BTS
Pada 31 Juli 2026, tim menemukan sebuah mobil yang mereka curigai berkaitan dengan pengiriman SMS palsu.
Mobil tersebut berwarna silver dengan pelat nomor B-2755-XXX.
Polisi melihat mobil itu bergerak lambat dan beberapa kali melintas di sekitar rute yang telah mereka pantau.
“Tim melakukan penyelidikan dan menemukan adanya mobil berwarna silver pelat B-2755-XXX, yang diduga berjalan lambat dan kerap kali bolak-balik di sekitar rute yang kami sebutkan sebelumnya,” jelas Grawas.
Polisi kemudian menggeledah mobil tersebut.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan perangkat fake BTS.
Petugas juga menangkap GM yang mengemudikan mobil tersebut.
“Atas dasar tersebut, tim melakukan penggeledahan dan kemudian menemukan alat fake BTS yang dioperasikan oleh saudara GM selaku driver,” lanjutnya.
Polisi Tangkap Lima Pelaku
Saat diperiksa, GM mengaku menjalankan pekerjaan tersebut atas perintah seseorang berinisial NL.
Penyidik kemudian mendalami peran NL.
Polisi menduga NL bertugas mencari mobil dan pengemudi untuk menjalankan operasi fake BTS.
Penyidik kemudian menangkap NL.
Dari pemeriksaan NL, polisi mendapatkan informasi mengenai pelaku lain berinisial AGW.
“Dari keterangan saudara NL kita kembangkan lagi, kita lakukan penangkapan selanjutnya terhadap saudara AGW. AGW inilah yang kemudian menggaji saudara NL serta saudara GM,” ujar Grawas.
Polisi kemudian mengembangkan penyidikan dari AGW.
Penyidik menemukan dua tersangka lain, yakni JYI dan AD.
JYI berperan sebagai teknisi.
Ia memasang perangkat fake BTS ke dalam mobil.
Sementara itu, AD mengatur isi dan jumlah SMS yang akan dikirim melalui perangkat tersebut.
Dengan demikian, polisi menangkap lima tersangka dalam kasus tersebut.
Polisi Sita Mobil dan Perangkat Fake BTS
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti.
Barang bukti tersebut terdiri atas satu unit mobil dan perangkat fake BTS.
Perangkat itu mencakup aki, amplifier, power supply, serta perangkat utama fake BTS.
Polisi juga menyita lima unit telepon seluler.
Selain itu, penyidik mengamankan buku rekening dan kartu ATM yang digunakan untuk menerima dana serta mendukung operasional kegiatan tersebut.
Grawas mengatakan penyidik masih mengembangkan perkara.
Polisi juga masih mendalami keterkaitan dan peran pihak lain dalam jaringan tersebut.
“Perkara ini masih kami kembangkan dan selanjutnya akan kami dalami keterkaitan serta peran-peran tersangka lainnya,” pungkasnya.(hmi)