Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Polisi Selidiki Asal Narkoba yang Dipasok Pegawai Rutan Depok

Bagikan: Facebook X WhatsApp

DEPOK | rayacom.id

Polres Metro Depok mengusut asal-usul sabu yang diduga dibawa dua pegawai Rutan Kelas I Depok untuk digunakan warga binaan.

Kapolres Metro Depok Kombes Christian Rony Putra mengatakan kedua pegawai tersebut telah menjalani tes urine. Hasilnya menunjukkan keduanya negatif narkoba.

“Sudah tes urine, masih negatif,” kata Christian, Selasa (6/10/2026).

Polisi Usut Asal Sabu

Christian mengatakan polisi masih mendalami asal sabu yang dibawa kedua pegawai tersebut ke dalam rutan.

Penyidik akan memeriksa keterlibatan kedua petugas secara lebih mendalam. Hasil pemeriksaan itu nantinya menjadi bahan bagi pihak pemasyarakatan untuk menentukan sanksi.

“Tapi kami akan melakukan pemeriksaan secara mendalam dari mana asal sabu tersebut. Kemudian, hasil pemeriksaan dari kami nanti akan sebagai acuan bagi Kalapas untuk memberikan sanksi,” ujarnya.

Dua Pegawai Diduga Sediakan Sabu

Menurut Christian, polisi belum menemukan indikasi bahwa kedua pegawai tersebut menggunakan narkoba.

Namun, keduanya diduga menyediakan sabu dan alat musik untuk warga binaan di dalam rutan.

“Tidak ada (indikasi pemakai), karena dua orang ini, mereka berdua ini hanya menyediakan sabu dan menyediakan alat musik, seperti itu,” pungkasnya.

Video Dugem di Dalam Rutan Viral

Sebelumnya, video yang diduga memperlihatkan warga binaan berjoget dan mengonsumsi narkoba di dalam Rutan Kelas I Depok viral di media sosial.

Menindaklanjuti video tersebut, tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat mendatangi Rutan Kelas I Depok.

Petugas melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap aktivitas yang terekam dalam video tersebut.

Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno membenarkan lokasi dalam video merupakan salah satu kamar hunian warga binaan.

Empat Warga Binaan Diperiksa

Kamar tersebut dihuni oleh 22 warga binaan. Setelah pemeriksaan awal, petugas memeriksa empat warga binaan lebih lanjut.

Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan aktivitas yang terekam dalam video.

Sementara itu, polisi masih mendalami asal sabu serta peran dua pegawai rutan yang diduga membawa barang tersebut ke dalam rutan. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *