Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sorotan Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul beragam tanggapan atas pelaksanaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.

Kegiatan yang digelar Polda Metro Jaya itu berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), tepatnya di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan, kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98

Budi menjelaskan, deklarasi tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98. Kegiatan itu mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Sejumlah tokoh publik turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim.

Budi mengatakan, panitia mengundang kedua tokoh tersebut untuk ikut memaknai peringatan Sumpah Pemuda.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujar Budi.

Polda Metro Jaya Terima Kritik Masyarakat

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa Polda Metro Jaya menghormati aspirasi dan kritik masyarakat. Menurutnya, nilai persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda harus terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Raffi Ahmad mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti kegiatan. Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah tantangan yang dihadapi generasi muda.

Menurut Raffi, pemuda saat ini perlu menghadapi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial. Karena itu, ia mengajak generasi muda menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Kalau di zaman dulu, mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya, jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” ungkap Raffi.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa. Pada kesempatan yang sama, Budi menyebut deklarasi itu bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini, bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” imbuh Budi. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *