Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden pertama RI Soekarno. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB.

Putra bungsu Soekarno dan Fatmawati itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra Bin Sukarno pada usia 73 Tahun,” tulis Hasto.

Guruh Dikenang sebagai Seniman

Guruh dikenal sebagai seniman yang banyak mengangkat kekayaan budaya Nusantara dalam karya-karyanya. Ia berkarya sebagai musisi, koreografer, sekaligus pencipta berbagai pertunjukan seni.

Salah satu karya yang menjadi bagian penting perjalanan seninya adalah proyek Guruh Gipsy pada 1977. Proyek tersebut merupakan kolaborasi Guruh dengan kelompok musik Gipsy dan melibatkan mendiang Chrisye.

Guruh kemudian mendirikan kelompok kesenian Swara Mahardhika dan GSP Production. Ia juga menggelar sejumlah pertunjukan kolosal melalui rangkaian Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra.

Karya-karyanya kerap memadukan musik, tari, busana, dan unsur tradisi Indonesia dalam pertunjukan berskala besar.

Aktif di PDI Perjuangan

Selain berkarya di dunia seni, Guruh juga aktif dalam politik melalui PDI Perjuangan.

Hasto menyebut kepergian Guruh menjadi kehilangan bagi keluarga besar partai. Ia mengenang Guruh sebagai seniman, Marhaenis, sekaligus pejuang partai.

“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai,” ujar Hasto.

Guruh juga merupakan adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Kabar wafatnya Guruh mendapat perhatian luas setelah sebelumnya ia menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Keluarga Mohon Maaf

Keluarga besar Soekarno turut menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafan Guruh selama hidupnya.

“Atas nama keluarga, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan dari Almarhum Tercinta,” demikian pernyataan keluarga.

Jenazah Guruh disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta Selatan.

Guruh kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Sabtu. Ia dimakamkan berdekatan dengan makam ibunya, Fatmawati.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *